Minggu, 28 Juni 2020

ANTIOKSIDAN SANGAT DIPERLUKAN OLEH TUBUH

Hallo Everyone!! Selamat datang diblog aku, disini aku ingin ngasih tau kalian nih tentang antioksidan. Bagi kalian yang tertarik bisa simak sampai habis yaa!!


    Selamat membaca sahabat sahabat onlineku ๐Ÿ˜˜

 

A.    Pendahuluan

1.      Latar Belakang

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Salah satu bentuk senyawa oksigen reaktif adalah radikal bebas, senyawa ini terbentuk di dalam tubuh dan dipicu oleh bermacam-macam faktor (Winarsi, 2007), Sadikin (2001) berpendapat bahwa serangan radikal bebas terhadap molekul sekelilingnya akan menyebabkan terjadinya reaksi berantai, yang kemudian menghasilkan senyawa radikal baru. Dampak reaktivitas senyawa radikal bebas mulai dari kerusakan sel atau jaringan, penyakit autoimun, penyakit degeneratif, hingga kanker. Oleh karena itu tubuh memerlukan substansi penting, yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa radikal bebas tersebut (Karyadi, 1997).

Antioksidan dalam pangan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk, mencegah ketengikan, perubahan nilai gizi, perubahan warna dan aroma, serta kerusakan fisik lain yang diakibatkan oleh reaksi oksidasi (Widjaya, 2003). Antioksidan yang dihasilkan tubuh manusia tidak cukup untuk melawan radikal bebas, untuk itu tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Jenis antioksidan terdiri dari dua, yaitu antioksidan alam dan antioksidan sintetik (Cahyadi, 2006). Antioksidan alami banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan(Winarsi, 2007), sedangkan yang termasuk dalam antioksidan sintetik yaitu butyl hidroksilanisol (BHA), butil hidroksittoluen (BHT), propilgallat, dan etoksiquin (Cahyadi, 2006).

Antioksidan alam telah lama diketahui menguntungkan untuk digunakan dalam bahan pangan karena umumnya derajat toksisitasnya rendah (Cahyadi, 2006). Selain itu adanya kekhawatiran akan kemungkinan efek samping yang belum diketahui dari antioksidan sintetk menyebabkan antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan (Rohdiana, 2001; Sunarni, 2005). Antioksidan alami memilki akivitas penangkapan radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrlhidrazil) ekstrak gambir lebih tinggi dibandingkan antioksidan sintetik Rutin dan BHT (Rauf dk, 2010). Turunan polifenol sebagai antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas (Hattenschwiler dan Vitousek, 2000). Salah satu senyawa golongan polfenol dari gugus flavonoid yait katekin, Katekin merupakan senyawa flavonoid yang dapat ditemukan pada teh hijau, teh hitam, gambir, anggur dan tanaman pangan lainnya seperti buah-buahan dan kakao (Natsume dkk,2000).

Gambir (Uncarie gambir Roxb) adalah sejenis gelah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan raning. Kandungan utama gambir adalah favonoid (terutama gambirin), katekin (51%), zat penyamak (22-50%), serta sejumlah alkaloid seperti gambir tannin dan turunan dihidro serta okso-nya (Agoes, 2010). Rauf, Santoso dan Supamo(2010) menyebutkan bahwa komponen utama gambir adalah katekin. Menurut Djanun (1998) Indonesia merupakan pemasok utama gambir dunia (80%). Namun pemanfaatan gambir di Indonesia belum optimal dikarenakankurangnya pengetahuan masyarakat dalam metode ekstraksi, terutama pemanfaatan gambir pada produk pangan (Agoes, 2010).

Berbagai metode digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan produk makanan, dapat memberikan hasil yang bervariasi tergantung pada keberadaan radikal bebas tertentu yang digunakan sebagai reaktan. DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) secara luas digunakan untuk menguji kemampuan senyawa bertindak sebagai pencari radikal bebas atau donor hidrogen, dan untuk mengevaluasi akivitas antioksidan dari makanan. Metode ini dipilih karena sederhana, mudah, cepat dan peka serta hanya memertukan sedikit sampel.

1.2.Rumusan Masalah

a.       Apa itu antioksidan ?

b.      Bagaimanakah pengaruh radikal bebas bagi kesehatan?

1.3.Tujuan

a.       Mengetahui apa itu antioksidan.

b.      Untuk mengetahui pengaruh radikal bebas bagi kesehatan.

1.4.Manfaat

Untuk menambah edukasi mahsiswa bahwa pentingnya melindungi kulit dari radikal bebas. 

B.     Pembahasan

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid ( Kochhar dan Rossell, 1990). Menurut Cuppert (1997) Disitir Widjaya (2003) antioksidan dinyatakan sebagai senyawa secara nyata dapat memperlambat oksidasi, walaupun dengan konsentrasi yang lebih rendah sekalipun dibandingkan dengan substrat yang dapat dioksidasi. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Salah satu bentuk senyawa oksigen reaktif adalah radikal bebas, senyawa ini terbentuk di dalam tubuh dan dipicu oleh bermacam-macam faktor (Winarsi, 2007).

Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas, sehingga aktivitas radikal bebas tersebut dapat diredam (Suhartono, 2002). Berdasarkan sumber perolehannya ada 2 macam antioksidan, yaitu antioksidan alami dan antioksidan buatan (sintetik) (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Tubuh manusia tidak mempunyai cadangan antioksidan dalam jumlah berlebih, sehingga jika terjadi paparan radikal berlebih maka tubuh membutuhkan antioksidan eksogen. Adanya kekhawatiran akan kemungkinan efek samping yang belum diketahui dari antioksidan sintetik menyebabkan antioksidan alami menjadi alternative yang sangat dibutuhkan (Rohdiana, 2001; Sunarni, 2005). Antioksidan alami mampu melindungi tubuh terhadap kerusakan yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif, mampu menghambat terjadinya penyakit degeneratif serta mampu menghambat peroksida lipid pada makanan. Meningkatnya minat untuk mendapatkan antioksidan alami terjadi beberapa tahun terakhir ini. Antioksidan alami umumnya mempunyai gugus hidroksi dalam struktur molekulnya (Sunarni, 2005).

 Sadikin (2001) berpendapat bahwa serangan radikal bebas terhadap molekul sekelilingnya akan menyebabkan terjadinya reaksi berantai, yang kemudian menghasilkan senyawa radikal baru. Dampak reaktivitas senyawa radikal bebas mulai dari kerusakan sel atau jaringan, penyakit autoimun, penyakit degeneratif, hingga kanker. Oleh karena itu tubuh memerlukan substansi penting, yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa radikal bebas tersebut. Antioksidan dalam pangan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk, mencegah ketengikan, perubahan nilai gizi, perubahan warna dan aroma, serta kerusakan fisik lain yang diakibatkan oleh reaksi oksidasi (Widjaya, 2003). Antioksidan yang dihasilkan tubuh manusia tidak cukup untuk melawan radikal bebas, untuk itu tubuh memerlukan asupan antioksi Antioksidan merupakan senyawa-senyawa yang dapat menghilangkan, membersihkan, dan menahan pembentukan maupun memadukan efek spesies oksigen reaktif (Prakash dkk., 2001).

Antioksidan juga merupakan senyawa ataupun komponen kimia dengan kadar atau jumlah tertentu dapat menghambat maupun memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi (Rukmana, 2000). Dalam penggunaan senyawa antioksidan dan anti radikal saat ini semakin meluas seiring dengan semakin besarnya pemahaman masyarakat tentang 21 peranannya dalam menghambat penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, arteriosklerosis, kanker, serta gejala penuaan. Masalah-masalah ini berkaitan dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai inhibitor (penghambat) reaksi oksidasi oleh radikal bebas reaktif yang menjadi salah satu pencetus penyakit-penyakit di atas (Tahir dkk., 2003). Mekanisme antioksidan dalam menangkal radikal bebas adalah saat terdapat radikal bebas, maka antioksidan akan cenderung bereaksi terlebih dahulu dibandingkan dengan molekul yang lain, dimana hal ini dikarenakan antioksidan yang bersifat sangat mudah teroksidasi atau bersifat reduktor kuat dibandingkan dengan molekul lain. Adanya sifat tersebut maka senyawa antioksidan akan bereaksi dengan radikal bebas membentuk produk yang stabil (Khair, 2010).

Antioksidan bukan hanya digunakan dalam industri farmasi, tetapi juga digunakan secara luas dalam industri makanan, industri petroleum, industri karet dan sebagainya. Bagaimanakah pengaruh antioksidan bagi kesehatan? Pengaruhnya sangat positif terutama antioksidan pada kulit : Antioksidan untuk kulit dapat membantu merawat dan melindungi dari pengaruh sinar matahari dan polusi. Antioksidan sendiri bekerja melindungi kulit dari dalam keluar dengan menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan.  Menetralkan radikal bebas : Manfaat antioksidan untuk kulit yang pertama adalah untuk menetralkan radikal bebas. Perlu diketahui, radikal bebas sendiri adalah partikel yang ada di dalam asap, polusi, dan sinar UV yang mengoksidasi kulit, sehingga dapat memicu kerusakan kulit dan penuaan dini. Antioksidan sendiri dapat menetralkan radikal bebas sebelum memulai proses oksidasi.


C.    Penutup

1.      Kesimpulan

Antioksidan sangat berperan didalam tubuh karena dalam penggunaan senyawa antioksidan dan anti radikal saat ini semakin meluas seiring dengan semakin besarnya pemahaman masyarakat tentang 21 peranannya dalam menghambat penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, arteriosklerosis, kanker, serta gejala penuaan. Masalah-masalah ini berkaitan dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai inhibitor (penghambat) reaksi oksidasi oleh radikal bebas reaktif yang menjadi salah satu pencetus penyakit-penyakit di atas.

2.      Saran

saran saya sendiri sebagai penulis agar kita lebih bisa memanfaatkan sesuatu yang seharusnya tidak dibuang padahal bermanfaat seperti kulit buah naga sebagai antioksidan.

 

Daftar Pustaka 

Abdur Rauf, F. H., Tarmidi, M., Omar, M., Yaaziz, N. N., & Mohd Zubir, N. I. (2013). Personal, Family and Academic Factors towards Emotional Intelligence: A Case Study. International Journal of Applied Psychology 3(1).

Agoes, Azwar. 2010. Tanaman Obat Indonesia Buku 3. Salemba Medika : Jakarta.

Albayrak, Tahir., dkk. 2010. Relationships of the Tangible and Intangible Elements of Tourism Products with Overall Customer Satisfaction. International Journal of Trade, Economics and Finance, Vol. 1, No. 2

Cahyadi,W. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dalimartha, S dan Soedibyo, M., 1999, Awet Muda Dengan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen. Jakarta : Trubus Agriwidya.

Karyadi, E., 1997, Antioksidan: Resep Awet Mudat dan Umur Panjang From Uji Aktivitas Antiradikal Dengan Metode DPPH dan Penetapan Kadar Fenol Total Ekstrak Daun Keladi Tikus (Thyponium divaricatum (Linn) Decne), Pharmacon, Vol. 6.

Kochar, S.P. dan B. Rossell. 1990. Detection estimation and evaluation of antioxidants in food system. Di dalam : B.J.F. Hudson, editor. Food Antioxidants. Elvisier Applied Science. London.

Natsume, M. dkk. 2000. Analysis of Polyphenols in Cacao Liquor, Cocoa, and Chocolate by Normal-phase and Reserved-phase HPLC. Biosci. Bi

Rohdiana, D., (2001). Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol Dalam Daun Teh. Majalah Jurnal Indonesia.

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. Kanisius. Yogyakarta.

Winarsi. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.

 

 


Senin, 06 April 2020

TUTORIAL KUTIPAN

Hallo gais๐Ÿ‘‹๐Ÿป.... ketemu lagi sama postingan terbaru aku nih. Disini aku mau ngasih tau kalian bagaimana cara mengkutip sebuah kalimat atau informasi yang ada di skripsi atau dibuku manapun. Jadi guys mimin sudah bikin tutorialnya nih... silahkan disimak yaaa!!!
salam dari mimin buat kalian semua๐Ÿ’‹

Kamis, 19 Maret 2020

MASKER PELL OFF DARI KULIT BUAH NAGA MERAH


Hallo Everyone!! Selamat datang diblog pertama aku, disini aku ingin ngasih tau kalian nih tentang manfaat kulit buah naga merah sebagai masker peel off. Bagi kalian yang tertarik bisa simak sampai habis yaa!!

Selamat membaca sahabat sahabat onlineku ๐Ÿ˜˜

Buah Naga (Hylocereus polyrhizus)
Buah naga atau yang dikenal dengan nama dragon fruit merupakan salah satu buah yang mulai banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan sangat banyak ditemukan di Kalimantan Selatan terutamanya diwilayah kota Pelaihari kabupaten Tanah Laut disana terdapat begitu banyak tanaman buah naga. Sehingga masyarakat banyak memperjual belikan buah naga karena banyaknya peminat dari buah naga tersebut. Buah naga banyak sekali dikonsumsi masyarakat terutamanya adalah wanita. Buah naga berasal dari Amerika , lalu menyebar ke Israel, Australia, China dan negara Timur lainnya, salah satunya adalah Indonesia. Di Amerika Latin, buah naga dikenal dengan nama Phitahaya, di Inggris disebut pitaya,sedangkan di Vietnam dikenal dengan nama thang long, sementara di China, penduduknya menyebut dengan nama hu long gu atau long zhu gu (Hindah Muaris, 2012).
Karena buah naga memiliki nama yang berbeda-beda di setiap negara, maka untuk memudahkan tata nama ilmiah yang diakui secara internasional terhadap buah naga, yakni:
Kingdom                     : Plantae
Sub Kingdom              : Trachcobionta
Division                       : Spermatophyta
Sub Division               : Magnoliphya
Kelas                           : Magnoliopsida
Ordo                            : Caryophyllales
Famili                          : Cactaceae
Sub Famili                   : Cactoideae
Suku                            : Hylocereae
Genus                          : Hylocereus
Spesies                        : Hylocereus sp. (Hindah Muaris, 2012).

Buah naga terdiri atas empat jenis, yaitu buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricencis) dan buah naga kuning daging putih (Selenicerius megalanthus) (Ashari, 2011). Berat buah rata-rata antara 400-650gram dan di banding jenis lain kadar kemanisannya tergolong rendah (puspita,2011). Menurut Himagropertanian, 2012 buah naga merah merupakan buah yang harus dipanen setelah matang, karena jika dipanen mentah maka buah tidak akan matang. Buah ini sudah dapat dipanen 30 hari setelah berbunga. Dalam kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) senyawa fenol memiliki sifat mudah teroksidasi dan sensitif terhadap perlakuan panas dengan adanya proses pengeringan mengakibatkan penurunan senyawa fenol dalam seduhan kulit buah naga merah. Suhu optimum pengeringan untuk mendapatkan kadar total fenol maksimum 60 oC. Pengeringan lebih tinggi dari 60 oC setelah 4 menit maka fenol akan rusak dan kadarnya cenderung menurun. Adanya kandungan air yang masih tersisa dalam simplisia dapat meningkatkan kadar air pelarut pada saat maserasi sehingga flavonoid yang tersari menjadi lebih banyak (Irmayanti, 2016).

Gambar 1. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
https://images.app.goo.gl/VviD2E7vK4BiWvxq9

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) juga kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid. Biasanya buah naga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik untuk mencegah kehilangan kelembapan pada kulit (Sinaga, 2012). Antosianin merupakan salah satu bagian penting dalam kelompok pigmen setelah klorofil. Antosianin larut dalam air, menghasilkan warna dari merah sampai biru dan tersebar luas dalam buah, bunga, dan daun. Antosianin pada buah naga ditemukan pada buah dan kulitnya.
Sekarang, kebanyakan orang hanya mengkonsumsi buah  hanya memakan dagingnya saja, kulit buah akan disingkirkan karena dianggap tidak berguna. Padahal ada beberapa buah yang kulitnya sangat baik bagi kesehatan (dr. Indah SY & Bagus Supriyanto, S. KM, 2013: 2). Salah satunya adalah kulit buah naga. Kulit buah naga yang merah merupakan salah satu limbah makanan yang dapat dimanfaatkan menjadi pewarna alami (dr. Indah SY & Bagus Supriyanto, S.KM, 2013:32). Kandungan Buah Naga Secara keseluruhan, buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari. Buah naga putih sebagai salah satu tanaman tropis memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, diantaranya yaitu carotenoid, phenolic dan betalain. Ketiga zat aktif tersebut berperan dalam proses regenerasi sel yang kemudian juga dapat meningkatkan kesuburan pada pria (Nurliyana et al., 2010).

Daftar Pustaka

Ashari, Sam. 2011. Benefict of Dragon Fruit. Fruit En Veg. http://frutveg.blogspot.c om/diunduh 6 Desember 2012.
Hindah, Muari. 2012. Buah Naga Sehat Kaya Khasiat. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Irmayanti, L. 2016. Efek Pemberian Seduhan Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kadar Kolesterol LDL (LOW DENSITY LIPOPROTEIN). Tikus SPRAGUE DAWLEY Dislipidemia.
Nurliyana, R., Syed Z.I., Mustapha S.K., Aisyah, M.R., dan Kamarul R.K. 2010. Antioxidant study of pulp and peel dragon fruits: a comparative study. Int. Food Res. J. 17: 365-375.
Simanjuntak, Lidya, Chairina Sinaga, Fatimah. 2014. “Ekstraksi Pigmen Antosianin Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)”. Jurnal Teknik Kimia USU. Vol. 3, No. 2. hlm: 25-29.
Puspita, P.2011.Pengaruh Pengemasan Dan Suhu Terhadap Daya Simpan Buah Naga Super Merah(Hylocereus Costaricensis). Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

ANTIOKSIDAN SANGAT DIPERLUKAN OLEH TUBUH

Hallo Everyone!! Selamat datang diblog aku, disini aku ingin ngasih tau kalian nih  tentang antioksidan. Bagi kalian yang tertarik bisa sima...